London - Andre Villas-Boas berada di dalam tekanan menyusul performa buruk Chelsea. The Blues diminta tak buru-buru memecat Villas-Boas karena letak masalah bukan pada si manajer melainkan skuad yang kurang mumpuni.
Penilaian itu diutarakan oleh mantan manajernya sendiri, Carlo Ancelotti. Pria asal Italia ini dipecat pada akhir musim lalu karena gagal memberikan satu gelar pun kepada 'Si Biru' walau di musim debutnya sukses mempersembahkan gelar ganda.
Chelsea bisa dibilang dalam periode kritis. Frank Lampard dkk. baru saja ditendang keluar oleh Liverpool dari ajang Piala Liga Inggris. Sementara di Premier League, mereka tercecer di posisi lima klasemen dengan selisih 10 angka dari Manchester City yang ada di puncak.
Nasib Chelsea tidak jauh berbeda di level Eropa. Pasukan Stamford Bridge itu harus menang di kandang tim tangguh Spanyol, Valencia, untuk memastikan diri lolos ke fase knock out Liga Champions.
Situasi demikian jelas berimbas kepada kursi manajer yang diduduki Villas-Boas. Meskipun pria 34 tahun asal Portugal ini masih yakin tidak akan dipecat karena masuk ke dalam proyek tiga tahun Chelsea. Akan tetapi hal itu tidak menjamin masa depannya lantaran Roman Abramovich dikenal sebagai pemilik klub yang selalu menuntut prestasi di setiap musimnya.
Ancelotti menilai performa buruk mantan timnya itu bukan kesalahan dari Villas-Boas. Melainkan materi tim yang mulai menua sehingga kalah bersaing dari tim-tim rival.
"Masalah Chelsea bukan Villas-Boas, namun itu karena tim yang dimilikinya," sahut pria yang sering disapa Carletto tersebut di Mirror Football.
"Andre masih muda dan belum berpengalaman, tapi dia telah melakukan pekerjaannya dengan baik dan dia juga berbakat. Saya merasa Roman (Abramovich) harus memberinya waktu lagi untuk membereskan masalah ini dan membuat ide-idenya berjalan."
"Masalahnya pada organisasi dan dengan semua pemain - semua hal yang harus diubah untuk jadi lebih baik. Mungkin dia memang kurang pengalaman. Tapi mereka tahu itu saat memutuskan menunjuknya jadi manajer. Dia butuh waktu," pungkas Ancelotti.
Penilaian itu diutarakan oleh mantan manajernya sendiri, Carlo Ancelotti. Pria asal Italia ini dipecat pada akhir musim lalu karena gagal memberikan satu gelar pun kepada 'Si Biru' walau di musim debutnya sukses mempersembahkan gelar ganda.
Chelsea bisa dibilang dalam periode kritis. Frank Lampard dkk. baru saja ditendang keluar oleh Liverpool dari ajang Piala Liga Inggris. Sementara di Premier League, mereka tercecer di posisi lima klasemen dengan selisih 10 angka dari Manchester City yang ada di puncak.
Nasib Chelsea tidak jauh berbeda di level Eropa. Pasukan Stamford Bridge itu harus menang di kandang tim tangguh Spanyol, Valencia, untuk memastikan diri lolos ke fase knock out Liga Champions.
Situasi demikian jelas berimbas kepada kursi manajer yang diduduki Villas-Boas. Meskipun pria 34 tahun asal Portugal ini masih yakin tidak akan dipecat karena masuk ke dalam proyek tiga tahun Chelsea. Akan tetapi hal itu tidak menjamin masa depannya lantaran Roman Abramovich dikenal sebagai pemilik klub yang selalu menuntut prestasi di setiap musimnya.
Ancelotti menilai performa buruk mantan timnya itu bukan kesalahan dari Villas-Boas. Melainkan materi tim yang mulai menua sehingga kalah bersaing dari tim-tim rival.
"Masalah Chelsea bukan Villas-Boas, namun itu karena tim yang dimilikinya," sahut pria yang sering disapa Carletto tersebut di Mirror Football.
"Andre masih muda dan belum berpengalaman, tapi dia telah melakukan pekerjaannya dengan baik dan dia juga berbakat. Saya merasa Roman (Abramovich) harus memberinya waktu lagi untuk membereskan masalah ini dan membuat ide-idenya berjalan."
"Masalahnya pada organisasi dan dengan semua pemain - semua hal yang harus diubah untuk jadi lebih baik. Mungkin dia memang kurang pengalaman. Tapi mereka tahu itu saat memutuskan menunjuknya jadi manajer. Dia butuh waktu," pungkas Ancelotti.
Okdwitya Karina Sari - detiksport
Tidak ada komentar:
Posting Komentar